Rabu, 30 Maret 2011

Hadits Taabi' dan Syahid

BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Selain Menggunakan Al-Quran dalam pengambilan hukum juga diperlukan peran hadits Nabi SAW. Dalam hal ini peranan hadits sangat penting. Oleh karena itu kejelasan hukum hadits akan menentukan hukum syari'at juga. Untuk mendapatkan kejelasan dalam pengambilan hadits diperlukan pembelajaran tentang ilmu mustholahil hadits. Yaitu ilmu yang mempelajari tentang jalan hadits (sanad) serta isi hadits (matan). Dengan ilmu tersebut bisa diketahui hadits tersebut kuat atau lemah, diterima atau ditolak.
Dalam ilmu hadits dikenal istilah Hadits ghorib. Yaitu hadits yang didalam sanadnya terdapat seorang yang menyendiri dalam periwayatanya. Untuk menetapkan suatu hadits itu ghorib, perlu adanya pemeriksaan terhadap hadits yang diperkirakan ghorib tersebut. Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah hadits ghorib tersebut ada muttabi' atau syahid. Pemeriksaan tersebut dalam ilmu hadits dinamakan I'tibar. Jika hadits yang diperkirakan ghorib tersebut ternyata memiliki muttabi' atau syahid, maka nilai keghoriban itu dengan sendirinya akan hilang. Dan hadits tersebut akan berubah menjadi 'aziz, ataupun mutawatir jika muttabi' dan syahidnya sudah mencapai standar minimal mutawatir.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Definisi Hadits Tabi' dan Syahid.
2. Macam-macam muttabi' dan syahid.
3. Bagaimana penerapanya dalam kuantitas dan kualitas sanad dalam hadits.

C. TUJUAN
1. Pembaca mampu mendefinisikan Hadits Tabi' dan Syahid.
2. Pembaca mampu memberikan contoh Hadits Tabi' dan Syahid.
3. Pembaca mengetahui bagaimana aplikasi hadits tabi' dan syahid dalam kuantitas dan kualitas sanad.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Tabi' dan Syahid
Yang dimaksud dengan Tabi' atau muttabi', adalah hadits yang mengikuti periwayatan perowi lain pada guru ( yang terdekat ) atau gurunya guru, dalam lafadz maupun maknanya dan bertemu sanadnya di sohabat. Syahid adalah hadits yang mengikuti periwayatan rowi lain dalam lafadz ataupun maknanya, serta tidak bertemu sanadnya di sohabat.¹
Sebagian Ulama' berpendapat, bahwa yang dikatakan dengan Hadits Muttabi' adalah Hadits yang oleh oranmg lain sesuai dengan lafadznya. Dan Syahid adalah Hadits yang diriwayatkan oleh orang lain yang maknanya sesuai dengan Hadits fardnya, baik hadits tersebut bersumber dari seorang sahabat, maupun dari beberapa orang sahabat.

B. Macam-macam Tabi' dan Syahid
Hadits Tabi' terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Tabi' tamm : adalah apabila periwayatan muttabi' mengikuti periwayatan guru muttaba' dari yang terdekat sampai yang terjauh.
Contoh:
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Hadits ini diikuti oleh Imam Qo'nabi
رواه القعنبي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال :
( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فقدروا له )

2. Tabi' Qashir : adalah apabila periwayatan muttabi' mengikuti periwayatan guru muttaba' dari yang terdekat saja, tidak sampai mengikuti pada guru yang terjauh.
Contoh :
رواه عاصم عن أبيه محمد بن زيد عن نافع بن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال :
( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فكمّلوا ثلاثي )

Hadits ini diikuti oleh Hadits:
رواه عبيد الله بن عمر عن نافع عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال:( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فقدروا له ثلاثين )


Hadits Syahid terbagi menjadi dua bagian, yaitu:
1. Syahid Bil Lafdzi : adalah apabila matan Hadits yang diriwayatkan sesuai dengan redaksi dan maknanya dengan hadits fardnya.
Contoh :
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Disaksikan oleh hadits :
رواه محمد بن حنين عن إبن عباس أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه فإن غمّ عليكم
فأكملوا العدّة ثلاثين )
2. Syahid Bil Makna : adalah apabila matan hadits yang diriwayatkan hanya sesuai maknanya saja, sedangkan lafadznya tidak.
Contoh :
رواه الشافعي عن مالك عبد الله بن دينار عن إبن عمر أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا العدّة ثلاثين )

Disaksikan oleh hadits :
رواه محمد بن زيا د عن نافع عن أبي هريرة أنّ رسول الله صلى الله عليه و سلّم قال : ( الشهر تسع و عشرون فلا تصوموا حتّى تروا الهلال ولا تفطروا حتّى تروه ، فإن غمّ عليكم فأكملوا عدّة شعبان ثلاثين )
C. Aplikasi dalam kuantitas dan kualitas sanad.
Setelah dilakukan penelitian, maka akan nampak seluruh mata rantai para perowi hadits yang diduga ghorib itu, begitu juga seluruh tabi' dan syahidnya (bila ditemukan). Bila hadits yang diduga ghorib itu ternyata memiliki Tabi' dan Syahid, maka hadits itu bisa menjadi Hadits 'Aziz atau bahkan menjadi Hadits Mutawatir kalau Tabi' dan Syahidnya mencapai standar minimal Hadits dikatakan Mutawatir. Akan tetapi, jika tidak ditemukan Tabi' atau Syahid maka Hadits itu tetap dikatakan Hadits Ghorib.
Selain itu, dari seluruh mata rantai para rowi yang meriwayatkan Hadits itu, dapat kita teliti rowi-rowi yang memenuhi syarat agar Hadits yang diriwayatkannya dikatakan Shahih, Hasan atau Dlo'if. Sehingga Hadits yang diperkirakan Ghorib itu bisa menjadi Hadits Shahih, Hasan atau Dlo'if tergantung dari para perowi dan Hadits lain yang menjadi Tabi' dan Syahidnya.


BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Yang dimaksud dengan Tabi' atau muttabi', adalah hadits yang mengikuti periwayatan perowi lain pada guru ( yang terdekat ) atau gurunya guru, dalam lafadz maupun maknanya dan bertemu sanadnya di sohabat. Syahid adalah hadits yang mengikuti periwayatan rowi lain dalam lafadz ataupun maknanya, serta tidak bertemu sanadnya di sohabat.
2. Tabi' dibagi menjadi dua, yaitu: Tabi' Tam dan Tabi' Qoshir
Syahid dibagi menjadi dua juga, yaitu: Syahid Bil Lafdzi dan Syahid Bil Makna.
3. Hadits yang diduga Ghorib dapat dikatakan 'Aziz atau Mutawatir apabila ada Tabi' atau Syahid yang memenuhi standarnya. Akan tetapi apabila tidak ditemukan, maka tetap atas Gharibnya.
4. Hadits yang diperkirakan Gharib itu bisa menjadi Shahih, Hasan atau Dla'if tergantung dari para perowinya dan Hadits lain yang manjadi Tabi' dan Syahidnya.

Daftar Pustaka

Al-Maliky Muhammad.1982. Al Manhal Al latif. Jeddah: Sahar
Muhammad Hasan. 1978. Rof'u Al Astar. Makkah: Maktabah Nahdloh 'Arobiyah
Ihya'uddin Ghozali. 2000. Mustholah Hadits. Surabaya: Vde Press
Al-Maliky Muhammad. 2002. Al Qowa'idu Al Asasiyah. Jakarta: Dinamika Berkah Utama

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar